Melawi - Perkembangan zaman yang terus-menerus bergerak akhirnya menggerus empati dan rasa peduli para generasi muslim Melawi terhadap seni membaca Al-Qur’an. Salah satu yang dirasakan yaitu, semakin minimnya kader Qori’-Qori’ah Kabupaten Melawi yang bisa muncul di even-even Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) atau Seleksi Tilawatil Qur’an (STQ).

Melirik pada permasalahan diatas, kemudian lahirlah ide-ide dan inovasi baru dari para Penyuluh Agama Islam (PAI) Non PNS Kec. Sayan yang diinisiatori oleh Ust. Muhammad Khusyaeri untuk membentuk suatu kegiatan sekaligus wadah pengembangan pelatihan dasar Tilawah Al-qur’an dari masjid ke masjid antar desa di dua Kecamatan di Kabupaten Melawi, yakni Kecamatan Sayan dan Kecamatan Pinoh Selatan yang diberi nama “Safari Tilawah”.

Safari Tilawah ini adalah sebuah kegiatan pelatihan dasar seni baca Al-qur’an bagi santri Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) yang dilaksanakan sebulan di sekali secara bergiliran antar Masjid di tiga desa yang ada di dua kecamatan yaitu Masjid Nurul Hidayah Desa Mekar Pelita (Kec. Sayan), Masjid Syuhada Desa Bora (Kec. Sayan), dan Masjid Baiturrahman Desa Pintas (Kec. Pinoh Selatan).

Pemateri atau pelatih dari kegiatan Safari Tilawah juga berasala dari unsur Penyuluh Agama Islam Non PNS Kecamatan Sayan, yakni Ust. Mahsun dan Ust. H.Husni Thamrin, dimana keduanya juga merupakan Qori’ lokal dari Kabupaten Melawi.

Safari Tilawah atau pelatihan dasar tilawah Al-qur’an ini diharapkan bisa menjadi wadah tumbuh dan berkembangnya minat, bakat, semangat dan kualitas penguasaan Tilawah Al-qur’an. Dan bisa menjadi sarana untuk mencari bibit dan kader-kader baru qori’ dan qori’ah yang mumpuni yang tidak hanya bisa berprestasi di tingkat Kecamatan Sayan dan Pinoh Selatan, namun juga bisa berprestasi di tingkat Kabupaten, Provinsi bahkan Nasional. (by. Ika Kurnia Sari)