Pontianak Ibadah minggu di Gereje Kristen Kalimantan Barat (GKKB) jemaat Pontianak minggu(14/9/2014) dimulai jam lima sore sampai selesai dengan dihadiri ratusan jemaat. Kegiatan ibadah dibuka dengan lagu pujian HI Ne Ni (I Am Here).

Firman TUHAN diambil dari Ulangan 3:1-11. Riwayat Peperangan Melawan Og, Raja Basan. 1 "Kemudian beloklah kita dan maju ke arah Basan. Dan Og, raja Basan, dengan seluruh tentaranya maju mendatangi kita, untuk berperang di Edrei. 2 Tetapi TUHAN berfirman kepadaku: Janganlah takut kepadanya, sebab Aku menyerahkan dia ke dalam tanganmu beserta seluruh tentaranya dan negerinya, dan perlakukanlah dia seperti yang kaulakukan terhadap Sihon, raja orang Amori, yang diam di Hesybon. 3 Dan TUHAN, Allah kita, menyerahkan juga Og, raja Basan, beserta seluruh tentaranya ke dalam tangan kita dan kita mengalahkan dia, sehingga tidak seorangpun luput. 4 Pada waktu itu kita merebut segala kotanya; tidak ada kota yang tidak kita rampas dari pada mereka: enam puluh kota, seluruh wilayah Argob, kerajaan Og di Basan. 5 Semuanya itu adalah kota berkubu, dengan tembok yang tinggi-tinggi, dengan pintu-pintu gerbang dan palang-palangnya; lain dari pada itu sangat banyak kota yang tidak berkubu. 6 Kita menumpas seluruh penduduknya, seperti yang kita lakukan terhadap Sihon, raja Hesybon, dengan menumpas penduduk setiap kota: laki-laki, perempuan dan anak-anak. 7 Tetapi segala hewan dan jarahan dari kota-kota itu kita rampas bagi kita sendiri. 8 Jadi pada waktu itu dari tangan kedua raja orang Amori itu kita merampas negeri yang di seberang sungai Yordan, mulai dari sungai Arnon sampai gunung Hermon 9 orang Sidon menyebut Hermon itu Siryon dan orang Amori menyebutnya Senir , 10 segala kota di dataran tinggi, seluruh Gilead dan seluruh Basan sampai Salkha dan Edrei, kota-kota kerajaan Og di Basan.11 Hanya Og, raja Basan, yang tinggal hidup dari sisa-sisa orang Refaim. Sesungguhnya, ranjangnya adalah ranjang dari besi; bukankah itu masih ada di kota Raba bani Amon? Sembilan hasta panjangnya dan empat hasta lebarnya, menurut hasta biasa."

Tampil sebagai pengkhotbah pada ibadah raya ini Pdt. Seniman lo. Dalam khotbahnya beliau menekankan pentingnya mempelajari sejarah seperti ungkapan Konfusius (551-480SM) Pelajari masa lalu jika Anda akan menentukan masa depan dan Sir Winston Leonard Spencer Churchill (1874-1965) Sejarah akan baik kepadaku karena aku berniat untuk menuliskannya. Melalui sejarah kita akan mendapatkan sudut pandang yang benar. Lewat kitab ulangan ini bangsa israel mempelajari sejarah tentang penyertaan TUHAN.

TUHAN menuntun bangsa israel ke daerah basan. Basan itu berarti subur, karena dekat sungai yordan. Kota bermula dari sungai seperti sungai kapuas di pontianak, sungai kuning di China, sungai efrat di Mesir, dan lain-lain. Kota-kotanya berbenteng dan berkubu yang memberikan keamanan kepada rakyatnya. Kerjaaan ini dikuasai oleh raja gagah perkasa yaitu raja basan og yang merupakan keturunan raksasa sisa keturunan Nephilim yang dilihat dari ukuran tempat tidurnya 3,7 m x 1,8 m terbuat dari besi. Raja Og memiliki Tentara yang tangguh dan berpengalaman. TUHAN menjanjikan akan menyerahkan raja Basan Og beserta seluruh penduduknya kedalam tangan bangsa israel seperti menyerahkan raja hesybon.

Jika kita lihat dari mata manusia maka hal ini tidak mungkin. Tangan TUHAN yang hebat menyertai bangsa israel untuk mengalahkan og beserta tentaranya. Peperangan di edrei, salah satu kota berbenteng di basan. Musa dan bangsa israel berperang dengan yakin dan percaya kepada TUHAN. Musa dan bangsa israel menguasai 60 kota basan yang merupakan pengenapan janji TUHAN.

Pertanyaanya mengapa TUHAN menghancurkan bangsa amori dan basan? Jawabannya karena mereka melakukan pelacuran bakti dan menggorbankan bayi-bayi hasil hubungan tersebut kepada dewi kesuburan yang didapat kita lihat dari hasil penggalian arkeologi di tempat tersebut dimana terdapat banyak tenggkorak bayi. Ini adalah kekejian dimata TUHAN. TUHAN itu kasih tapi dia tidak kompromi dengan dosa. Dalam firman TUHAN ini kita melihat ALLAH yang berperang untuk bangsa israel.

Dengan adanya sejarah ini hati mereka semakin yakin dan percaya. Apakah dalam melangkah kita semakin yakin dan taat kepada TUHAN? Tiga hal dalam menanggapi janji TUHAN. Pertama memegang janji TUHAN. Musa memegang janji TUHAN, kita belajar memegang janji TUHAN dalam pelayanan dan hidup kita. Kesulitan begitu banyak mereka tetap yakin TUHAN menyertai walaupun tidak melihat dengan mata jasmani. Kedua mempercayai janji TUHAN. Musa dan bangsa israel percaya janji TUHAN untuk menyerahkan raja Basan Og kedalam tangan mereka. Kita juga terus percaya kepada janji ALLAH dalam kehidupan dan pelayanan kita. Ketiga menikmati janji penyertaan TUHAN.

Musa bersama bangsa israel akhirnya bukan saja mengalahkan tentara dan raja Og, tetapi mereka menguasai lebih dari 60 kota berbenteng dan banyak kota yang tidak berkubu. Dengan melihat sejarah perjalanan hidup kita, keluarga kita, gereja kita, dan bangaa kita. Kita percaya TUHAN menuntun satu langkah demi satu langkah. Banyak pergumulan dan tantangan yang akan dihadapi. Pelayanan di SKY, Glow, Usia Indah, Jemaat Dewasa, SKI, Departemen, dan lain-lain. Tetapi jika kita lihat sejarah maka kita akan lihat penyertaan TUHAN. Apa yang sudah janji TUHAN tepati? Semakin melangkah semakin yakin, dengan memegang, percaya, dan menikmati janji yang telah atau akan digenapiNYA. (Bond)