Sekadau (15/03/2015)- Maulid atau milad berarti hari lahir. Perayaan Maulid Nabi merupakan tradisi yang berkembang di masyarakat Islam jauh setelah Nabi Muhammad SAW wafat.

Masyarakat Muslim di Indonesia umumnya menyambut Maulid Nabi dengan mengadakan perayaan-perayaan keagamaan seperti pembacaan shalawat nabi, pembacaan syair Barzanji dan pengajian. Dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW Masyarakat Desa Mungguk penanjung Kecamatan Sekadau Hilir Kabupaten Sekadau melaksanakan Maulid Tradisional.

Acara yang dilaksanakan di Masjid Al-kahfi Desa Mungguk Penanjung Kabupaten Sekadau tersebut dihadiri oleh masyarakat muslim sekitar dan Pengurus Masjid di Kabupaten Sekadau.

Kegiatan Maulid itu dilaksanakan pada minggu, 15 maret 2015, acara tersebut dimulai pukul 09.00 Wib. Maulid Tradisional di Kabupaten Sekadau berlangsung selama 4 bulan artinya acara Maulid tersebut dilaksanakan secara bergantian dari masjid satu ke Masjid lain.

Pada acara tersebut juga disampaikan tausiyah oleh Drs. M.Taufik mengenai sholat. Dalam tausiyahnya Drs. M.Taufik mengatakan Sholat hendaklah dapat berfungsi untuk mencegah dari perbuatan keji dan mungkar. Ia juga berharap , janganlah membaca Albarzanji satu hari akan tetapi tidak mendirikan sholat.

Ketauladan Nabi Muhammad SAW di diharapkan bisa menjadi panutan bagi umat Islam dalam menjalani kehidupan sehari-hari,paparnya (A.Hms_KemenagSKD)