SINGKAWANG. Wakil Walikota Singkawang H.Abdul Muthalib mengatakan bahwa kehadiran lembaga pendidikan pondok pesantren diharapkan dapat menjadi penyeimbang ditengah menurunnya aqidah, tauhid, dan kemorosotan akhlak, ditengah masyarakat saat ini.

Pondok pesantren ushuluddin dan pondok pesantren yang lainnya mempunyai peranan penting dalam menjaga aqidah, tauhid, dan akhlak masyakarat kita sekarang, ditengah sudah mulai turunnya aqidah umat, dan merosotnya akhlak, ucapnya saat menghadiri perayaan milad pontren ushuluddin ke 42 dan pelepasan santri-santriwati kelas IX MTs serta wisuda santri-santriwati kelas XII Aliyah ushuluddin pada Sabtu (21/5) di Pontren Ushuluddin Singkawang.

Dalam kesempatan tersebut Abdul Muthalib pun mengatakan tentang kata hikmah yang sangat berarti bagi kita semua. Dengan ilmu hidup menjadi mudah, dengan seni hidup menjadi indah, dan dengan agama menjadikan hidup menjadi terarah, ucapnya. Dengan adanya lembaga pendidikan pontren Abdul Muthalib berharap dapat menjadi penyeimbang ditengah menurunnya aqidah, tauhid, dan kemorosotan akhlak, ditengah masyarakat.

Abdul Muthalib pun mengingatkan untuk tidak melupakan para pendiri pontren ushuluddin, yang telah membangun pesantren ushuluddin dari gubuk kayu sampai pada bangunan yang sudah 2,6 hektar dan melahirkan ribuan alumni. Pesantren ushuluddin telah mecetak kader-kader penyiar agama Islam yang sudah ribuan orang ini, merupakan modal bagi kita untuk menjaga keimanan dan keislaman kita, ucapnya.

Dalam perayaan milad kali pontren ushuluddin ke 42 ini sekaligus melepas santri-santriwati kelas IX MTs sebanyak 184 orang dan mewisuda 86 orang santri-santriwati kelas XII Madrasah Aliyah Ushuluddin. Hadir pula dalam acara ini Wakil Walikota Singkawang Abdul Muthalib, Kepala Kemenag Kota Singkawang Jawani dan tamu undangan lainnya. Selain itu hadir juga Wakil Bupati Sambas Pabali Musa dan Bupati Sambas Terpilih Atbah Romin Suhaili dalam kapasitasnya sebagai alumni pontren ushuluddin. (Miftah)