Kemenag@Kalbar. Upaya pencegahan penyebaran Virus Corona (Covid-19) menjadi program prioritas Kementerian Agama Bersama Instansi Lembaga Pemerintah lainnya. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Barat saat melakukan Rapat Virtural bersama Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Kota se-Kalimantan Barat melalui Media Online, Senin, 6/4/2020.

Ridwansyah menjelaskan bahwa untuk sementara area Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) ditutup untuk menghindari layanan tatap muka sejak hari Senin, tanggal 16 Maret 2020. “Walaupun PTSP ditutup sementara Kanwil Kemenag Kalbar tetap melayani stakeholder melalui online, seperti Whatsapp, telpon serta email sehingga proses layanan administrasi masih berjalan. Dan petugas keamanan dan kebersihan tetap masuk secara bergantian/terjadwal” katanya.

Ridwansyah menuturkan Sesuai Surat Edaran Menag dari tanggal 16 Maret s.d. Tgl 13 Mei 2020 maka Kanwil Kemenag Kalbar menerapkan Work From Home (WFH) hingga menunggu petunjuk lebih lanjut.

“Work From Home (WFH) adalah salah satu cara untuk mewujudkan arahan Presiden RI, Jokowi sebagai upaya pencegahan Covid-19. Hal ini di wujudkan dalam bentuk Surat Edaran Menteri Agama perihal Petunjuk Teknis Pelaksanaan Work From Home (WFH) pada lingkungan Kementerian Agama” imbuhnya.

Selain itu kerja sama juga terus dilakukan dengan Dinas Kesehatan dalam Penyemprotan cairan disinfektan ke seluruh sudut ruangan untuk mencegah penyebaran virus covid-19 yang semakin mengkhawatirkan.

Himbauan menjaga kebersihan seperti mencuci tangan dengan sabun, menggunakan masker, memakai handsanitizer dan mengkonsumsi makanan sehat terus dilakukan melalui media elektronik maupun dalam bentuk spanduk/Baliho.

Menindaklanjuti SE Menag Nomor 28 Tahun 2020 tentang Panduan Penggunaan konferensi Video dalam kegiatan Rapat, proses belajar mengajar, pelantikan dan pertemuan lainnya di lingkungan Kementerian Agama maka Ridwansyah beserta pimpinan daerah melakukan Koordinasi dan Konsultasi melalui media Online (Rapat Virtural).

“Kita sekarang juga harus sudah menyusun Rencana Strategis (Renstra) Kemenag Tahun 2020 – 2024, yang merupakan tindak lanjut dari Renstra  pusat. Dalam Renstra tersebut termaktum 8 Tujuan Kementerian Agama” katanya.

Ada delapan program prioritas tersebut yaitu

  1. Peningkatan kualitas kesalehan umat beragama,
  2. Penguatan Moderasi dan kerukunan umat beragama,
  3. Penyediaan layanan keagamaan yang adil dan merata untuk seluruh umat beragama,
  4. Peningkatan pemberdayaan kelembagaan dan sumber daya ekonomi umat dan keagamaan.

“Empat program berikutnya adalah :

  1. Perluasan akses  pendidikan umum berciri khas agama, pendidikan agama dan keagamaan yang merata,
  2. Peningkatan kualitas pengelolaan dan mutu  pendidikan umum berciri khas agama, pendidikan agama dan keagamaan,
  3. Penguatan produktivitas dan daya saing pendidikan dan
  4. Peningkatan kualitas tatakelola Kementerian Agama yang efektif dan akuntabel” tegas Ridwansyah.

Sedangkan program penanggulangan dampak Pencairan belanja Satker di KPPN diutamakan hanya untuk 3 (tiga) fokus yaitu: Covid-19, - Penanggulangan stunting, kematian ibu dan bayi, dan pemberantasan penyakit menular lain, serta - Pembayaran belanja pegawai, dan operasional kantor. Selainnya ditunda sampai K/L/Satker menyelesaikan revisi pemblokiran/pemotongan. (Ir).