Kemenag@Kalbar. Dampak penyebaran corona virus disease 2019 (Covid-19), terus menjadi perhatian serius tidak hanya di Instansi/Lembaga Pemerintah pusat, akan tetapi juga mempengaruhi kebijakan Satuan Kerja di daerah dan pemerintah Provinsi se-Indonesia.

Demikian pula dengan Kementerian Agama telah mengeluarkan SE Nomor: 5 Tahun 2020 tentang perubahan  penyesuaian sistem kerja pegawai sehingga mengharuskan Kanwil Kemenag Kalbar mensosialisasikan kepada seluruh Satker di Kabupaten dan Kota se-Kalimantan Barat.

Sehubungan dengan hal tersebut makan Kakanwil Kemenag Kalbar Drs. H. Ridwansyah, M.Si menggelar Rapat Virtural dengan memaksimalkan media online dalam memberikan arahan dan pembinaan kepada Satuan Kerja di daerah, Senin, 6/4/2020.

Ridwansyah menuturkan bahwa kebijakan yang telah dikeluarkan oleh Kementerian Agama RI seperti perubahan penyesuai sisitem kerja pegawai dalam upaya pencegahan Covid-19 diclingkungan kementerian agama harus dipahami dan disosialisasikan kepada seluruh ASN dicdaerah untuk dilaksanakan.

Berdasarkan Edaran tersebut maka Kanwil mengeluarkan kebijakan melalui Surat Edaran Nomor: 902 Tahun Th 2020 tentang Penyesuian Sistem Kerja Pegawai dalam Upaya pencegahan Penyebaran Corona virus Disease 2019c(covid 19) dilingkungan Kanwil Kemenag Kalbar yang berisikan:

Pertama: Pengaturan Keahadiran Kantor, Petugas Keamanan, Petugas Posko Siaga Copid 19 yang ditunjukkan dan tetap mengunakan standar yang ditetapkan atau pekerjaan yang mengharuskan di kantor yakni hanya diikuti pejabat atau staf yang terkait, waktu yang singkat, menjaga jarak aman antar peserta rapat/pertemuan serta menyediakan dan menjaga ruang rapat atau pertemuan bersih dan memenuhi standar kesehatan

Kedua: Pengaturan bekerja dirumah/tempat tinggal dengan ketentuan setiap atasan langsung harus memantau dan memastikan bahwa seluruh pegawai dalam kewenangannya bekerja dari rumah, Satuan kerja agar mulai membuka layanan secara online untuk memastikan bahwa layanan kepada pihak-pihak lain tetap dapat dilaksanakan. 

Selanjutnya pelaksanaan tugas dari rumah agar membuat laporan pelaksanaan bekerja di rumah dengan memanfaatkan teknologi informasi yang biasa digunakan oleh pegawai disampaikan secara berjenjang setiap hari senin.

Ketiga: Selama tugas di rumah tidak diizinkan berpergian keluar daerah atau kegiatan mudik dalam rangka hari raya idul Fitri 1441 H ataupun kegiatan mudik lainnya dan pegawai dapat melakukan edukasi masyarakat di lingkungannya untuk mentaati anjuran pemerintah melakukan physical distancing serta hak pegawai seluruhnya tetap dibayarkan selama pegawai bekerja dari rumah. Dengan ditunjukkan dalam bentuk laporan kerja. (Ir).