SAMBAS-Education Management Information System (EMIS) sebagai pusat pendataan Pendidikan Islam ibarat pintu yang sangat berperan penting dalam menunjang proses perencanaan dan pengambilan kebijakan pendidikan agama Islam. Sejauh ini, 87 persen data EMIS menentukan kualitas perencanaan. Sehingga perlu terus untuk ditingkatkan, kemudian meminimalisir berbagai kendala selama ini dihadapi, ungkap Husban, S.Pd, M.Pd Ketua Panitia kegiatan Sinkronisasi Data EMIS Semester Genap Tahun Pelajaran 2015/2016 ketika melaporkan kegiatan di Aula FKUB Kab. Sambas, Kamis (24/3).

Husban menyatakan bahwa tujuan dari kegiatan ini adalah untuk menyediakan data dan informasi untuk perumusan kebijakan, penyelenggaraan pendidikan, pengembangan program, penyusunan anggaran dan pengambilan keputusan baik ditingkat pusat, Propinsi dan Kabupaten. Tujuan selanjutnya adalah untuk Memperkuat kemampuan Kementerian Agama dalam memenuhi permintaan data dan informasi, tegas Husban yang juga Kepala Seksi Mapenda Kantor Kementerian Agama Kab. Sambas ini.

Adapun Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Sambas, H. M. Asmar, S.Pd.I dalam sambutan dan sekaligus membuka acara menyatakan bahwa operator EMIS mestilah terus menambah ilmu pengetahuannya agar semakin profesional dalam melaksanakan tugasnya. Bersainglah terus dalam berbuat kebaikan, nasehatnya.

Peserta Sinkronisasi data EMIS semester genap tahun 2015/2016 ini berjumlah 87 orang yang merupakan operator EMIS Madrasah MI, MTs dan MA Negeri maupun swasta se Kabupaten Sambas. Sedangkan untuk pemateri adalah Tim Data EMIS Seksi Pendidikan Madrasah Kankemenag Kab. Sambas. (rdn).