Menjelang pelaksanaan Pemilu (Pileg dan Pilpres) serentak pada 17 April 2019 mendatang, Pengurus Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kantor Kemenag Kota Pontianak menggelar Sosialisasi Pengawasan Pemilu Partisipatif untuk seluruh anggotanya. Kegiatan berlangsung di Aula Kantor Kemenag Kota Pontianak pada Kamis (14/3/2019). Menghadirkan narasumber Komisioner Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Pontianak Irwan Manik Raja, ST, MT.

Ketua DWP Kemenag Kota Pontianak Ny. Hj. Rusnila Ekhsan dalam sambutannya antara lain mengatakan bahwa kegiatan tersebut sengaja dilaksanakan untuk memberikan informasi, pendidikan dan pembelajaran politik bagi seluruh anggota DWP di lingkungan Kantor Kemenag Kota Pontianak. Karena diyakininya sampai hari ini masih ada warga/masyarakat yang belum mengetahui bagaimana tekhnis pencoblosan surat suara, warna surat suara, dan hal-hal lainnya yang terkait dengan pelaksanaan pemilu tahun 2019.

Ditambah lagi, lanjut Rusnila, Pemilu tahun 2019 ini ada yang mengatakan lebih rumit dari pemilu sebelumnya. Karena kita sekaligus akan memilih DPR-RI, DPRD Provinsi, DPR Kabupaten/Kota, DPD, serta Presiden dan Wakil Presiden. Oleh karena itu, sosialisasi ini diharapkan bisa memberikan informasi yang bermanfaat untuk seluruh anggota DWP Kemenag. Selain itu, diharapkan setelah mendapatkan sosialisasi, Ibu-Ibu DWP Kemenag bisa menyampaikannya kembali kepada keluarga, teman, tetangga serta masyarakat di sekitarnya.

Sebelum acara dilanjutkan dengan pemaparan materi dari narasumber, pengurus DWP Kemenag telah menyiapkan video singkat terkait Pemilu 2019. Seluruh peserta kemudian diajak menyaksikan pemutaran video tersebut. Dalam video yang berdurasi sekitar 60 detik itu, antara lain dijelaskan warna Surat Suara yang akan dicoblos pada saat pemilu 17 April 2019 mendatang.

Ada lima kertas suara dengan ukuran berbeda yang harus dicoblos. Masing-masing kerta suara tersebut memiliki warna yang berbeda pula. Kuning untuk DPR RI. Biru untuk DPRD Provinsi. Hijau untuk DPR Kabupaten/Kota. Merah untuk DPD. Dan Hitam atau Abu-Abu untuk surat suara Presiden dan Wakil Presiden. Di akhir video juga mengajak semua warga masyarakat untuk mempergunakan hak suaranya dan tidak golput.

Sementara Narasumber Komisioner Bawaslu Kota Pontianak Irwan Manik Raja yang juga adalah Koordinator Divisi Humas dan Hubungan Antar Lembaga Bawaslu Kota Pontianak mengatakan bahwa Pengawasan partisipatif merupakan pengawasan pemilu/pemilihan yang dilakukan oleh masyarakat sebagai bentuk partisipasi masyarakat dalam mengawal integritas pelaksanaan pemilu/pemilihan.

“Bawaslu sebagai lembaga yang mempunyai mandat untuk mengawasi proses Pemilu membutuhkan dukungan banyak pihak dalam aktifitas pengawasan. Salah satunya adalah dengan mengajak segenap kelompok masyarakat untuk terlibat dalam partisipasi pengawasan setiap tahapannya,” jelas Irwan begitu pria ini biasa disapa.

Lebih lanjut Irwan mengatakan, keterlibatan masyarakat dalam pengawalan suara tidak sekadar datang dan memilih, tetapi juga melakukan pengawasan atas potensi adanya kecurangan yang terjadi, serta melaporkan kecurangan tersebut kepada Bawaslu sebagai lembaga yang bertugas mengawasi proses Pemilu dan menindaklanjuti dugaan pelanggaran Pemilu.

Sosialisasi berlangsung santai dan penuh keakraban. Dalam kesempatan tersebut juga dibuka sesi tanya jawab kepada narasumber. Seluruh peserta tampak antusias mengikuti sosialisasi. Hal tersebut terlihat dari banyaknya pertanyaan yang disampaikan kepada narasumber. Meskipun masih banyak peserta yang ingin bertanya, namun panitia harus mengakhiri acara. Karena waktu sudah semakin sore.

Selain itu, Irwan selaku narasumber kegiatan juga memberikan pertanyaan/kuis berhadiah untuk anggota DWP Kemenag Kota Pontianak yang mengikuti sosialisasi. Setidaknya ada tiga anggota yang beruntung mendapatkan hadiah berupa kaos dan flashdisk dari Bawaslu. Dua diantaranya adalah ibu Eka Aryani dan Ibu Sumiati. Adapun pertanyaan yang diberikan antara lain terkait warna surat suara dan berapa jumlah partai yang ikut serta pada pemilu 2019 di Kota Pontianak.*(sumi/ptk)