SAMBAS Bagian Umum dan Kepegawaian Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sambas mensosialisasikan hasil dari orientasi tata persuratan yang dilaksanakan Kantor Wilayah Kemenag Propinsi Kalbar pada 11 s.d. 12 Mei 2016 di Pontianak.

Sosialisasi dilaksanakan (16/05) di Aula Kantor Kemenag Kab. Sambas yang dihadiri oleh pegawai di Lingkungan Kantor Kemenag Kab. Sambas. Pertemuan yang dimulai pukul 09.30 WIB dibuka oleh Analis Kepegawaian Farihi, S.HI.

Farihi memberikan pengantar kemudian penyampaian materi tentang tata persuratan yang baru oleh Kepala Subbag TU Sipni, S.Pd.I, M.Pd. Tata persuratan yang baru ini sebenarnya telah berlaku sejak satu Mei 2016 lalu, jelas Sipni.

Sipni kemudian menjelaskan tentang perubahan-perubahan di tata persuratan di Kementerian Agama, mulai dari stempel baru yang ada lambang ikhlas beramalnya, kop surat yang diatasnya ditambah dengan tulisan Kantor Kementerian Agama Republik Indonesia dan juga model penomoran surat yang berubah dari model penomoran lama. Kop surat, alamat kantor, telepon tidak boleh disingkat, tegas Sipni lebih lanjut.

Dalam tata persuratan baru setiap surat wajib diparaf minimal oleh dua orang, tidak lagi memakai titel baik itu haji maupun pendidikan, begitu juga dengan Nomor Induk Pegawai (NIP) tidak lagi ditulis di bawah nama. Namun ada tiga jenis dokumen yang masih menggunakan titel maupun NIP yang pertama piagam, kedua ijazah dan yang ketiga buku nikah.

Setelah pemaparan materi oleh Kepala subbag TU, acara dilanjutkan dengan tanya jawab. Dalam sesi tanya jawab ini tiga orang pegawai mengajukan pertanyaan, pertama penyelenggara Bimas Kristen, kemudian Kasi Bimas Islam dan ketiga oleh penyusun bahan administrasi kepenghuluan. Ketiga pertanyaan tersebut dijawab oleh Kepala subbag TU. (rdn).