Pada hari jum’at, 28 Maret  2021 jam 19.30 Hpku bunyi Tabaarakalladzi …..sebagai tanda   wa masuk, segera kubuka dan baca ternyata wa dari seberang sungai atau seberang pulau yaitu Teluk Nibung Kec. Batu Ampar. Mengingatkan kembali jadwal besuk ke Teluk Nibung “Bu….jangan lupa besuk ya bu…kami sangat mengharapkan kehadiran ibu untuk membina kami…” langsung aku jawab dengan wa pula “In syaa Allah kami berangkat dari rumah jam 07.00 semoga diberi kelancaran di jalan, Aamiin…”. Teluk Nibung merupakan salah satu desa di Kecamatan Batu Ampar Kabupaten Kubu Raya dan Kecamatan Batu Ampar merupakan kecamatan Kabupaten Kubu Raya yang dipisahkan dengan laut lepas, sehingga banyak orang yang tidak berani menunju Batu Ampar jika naik spit 40 pk yang isinya 4 orang sudah dengan drivernya. Berbagai  cerita diperjalanan berkaitan dengan laut lepas terutama Muara Kubu yang selalu ada cerita fiktif yang menggelitik namun tidak mengurangi semangat kami untuk berangkat ke Teluk Nibung, dengan kata bismillahirrahmanirrahim tekat kuat untuk berangkat.

Hari semakin larut, suamiku mengatakan “cepat tidur besuk mau ke Teluk Nibung….” Dengan rasa enggan karena tidak seperti biasanya kalau sudah ditempat tidur bisa langsung tertidur, namun akhirnya tertidur pula dan bangun jam 02.30.  Assalamu’alaikum  teman yang ikut ke Teluk Nibung sudah datang dan saya mau manaskan mobil terlebih dahulu, berkali-kali kunci mobil saya masukkan namun tidak mau on, ya Allah ada masalah dengan mobil ini akhirnya temanku nelpon anaknya untuk memastikan keadaan mobil saya dan Alhamdulillah mobil sudah nyala dan kami bertiga berangkat ke Dermaga Spit Rasau Jaya yang mana pak Hasan yang saya pesani spit sudah menunggu di parkiran Dermaga. Ya Allah semoga lancar perjalanan kami dan selamat sampai kembali ke rumah kami.

Start spit melaju menyusuri riak gelombang air sungai Kapuas, namun drivernya memang ahli sehingga setiap ada gelombang yang menerpa spit bukan goyang tapi sepit seperti kena ayun yang mengalun dan tidak terasa kedua temanku di belakang tertidur. Setelah memasuki Muara Kubu gelombang yang dari tadi hanya terasa pelan kini agak terasa kuat ayunannya sehingga kami hanya banyak berdo’a atas keselamatan kami sampai ke tujuan. Perjalanan spit menuju Teluk Nibung memakan waktu kurang lebih 2 jam dan sesampainya di Teluk Nibung disambut dengan jama’ah yang penuh di masjid, rasa bahagia tidak bisa terucap apalagi mendengar kata-kata Bapak Kepala Desa dalam sambutannya menyatakan bahwa takut kami tidak bisa datang.

Kepala Desa dan pengurus permata menyampaikan terima kasih telah bisa hadir di kegiatan peringatan isro’ mi’raj sekaligus menyambut bulan puasa yang tidak lama lagi. Beliau berkata “Hari ini tidak seperti biasanya….karena biasa jika ada peringatan-peringatan seperti ini yang hadir paling hanya 20 sampai 30 orang saja dan hari ini yang hadir sekitar 200 an sampai masjid dalam dan luar penuh. Tausyiyah di Teluk Nibung dengan materi “Kandungan makna perintah sholat dan 4 golongan yang dirindukan surge”  tidak terasa begitu cepat telah menunjukka masuk waktu sholat dhuhur, maka ditutuplah kegiatan dan dilanjutkan sholat berjama’ah dengan semua jam’ah yang  ada.

Berbincang-bincang selesai sholat dan foto bersama bertemu dengan banyak orang jawa yang sudah lama menjadi penduduk Desa Teluk Nibung, ada yang dari kebumen dengan logat ngapaknya bercerita dan mengajak singgah dirumahnya…. Dengan permohonan maaf karena kalau sore takut gelombang lebih besar maka segera kami mohon diri untuk kembali apalagi cuaca sudah mulai mendung. Ada beberpa orang pesisir  jika ada hujan tidak berani melaut karena akan terjadi gelombang lebih besar dari biasanya. Air teluk begitu tenang sampai akhirnya memasuki gelombang laut yang berakhir di Muara dan memasuki sungai Kapuas yang ternyata ayunan gelombang mampu menghipnotis saya sampai tertidur. Dikejutkan adanya suara jeritan dan air menyiram ke wajahku…..Ya Allah spit hamper saja terhentak dan terlempar ke tepi …. sedikit lagi menerjang pohon sagu berderet di tepi sungai Kapuas.

Driver terkantuk tidak menyadari  seperti terhipnotis  dan Allah membangunkan dengan didatangkan gelombang menerpa spit sudah hamper masuk ke hutang sagu. Bang Udin mengatakan bahwa tidak ngantuk tapi mengapa tidak sadar sampai begini, dengan pelan saya sampaikan “Bang Alhamdulillah Allah menyadarkan dan membangunkan kita …….semoga Allah SWT memberi keselamatan kepada kita sampai di rumah kembali. Rasa syukur terucap dari kami berempat setelah spit menyandar di pelabuhan. Tabaarakalladzi….. suara wa hpku bunyi pertanda ada wa masuk dan salah satunya wa dari seberang yaitu sekretaris permata Teluk Nibung menanyakan sudah sampai mana ada rasa khawatir  karena selepas kami berangkat ada hujan lebat yang disertai angin kencang. Alhamdulillah hujan turun setelah kami sampai di Pinang Dalam tidak jauh dari Rasau Jaya, itupun ketika sampai dermaga hujan sudah berhenti.

Bersiap pulang menunju mobil dan tanpa basi basi kami langsung masuk mobil apalagi hujan mulai turun lagi, mobil mulai kustart namun tidak mau on, ya Allah…..ya rabb mobil ngadat kembali……hujan bertambah lebat …..mobil tidak nyala……ya Allah saya nelpon penyuluh Rasau Jaya pak Ripin namun hp nya tidak aktif ……nelpon Pak bahtiar ……tidak aktif dan Alhamdulillah nelpon mas Hasan aktif dan langsung datang persiapan pertolongan dengan berbagai macam peralatan, namun mobil tetap tidak mau on. Akhirnya karena sudah sore menjelang malam dan karena sudah gak ada jalan keluar ……hari libur bengkel libur, maka saya katakana sama mas Hasan “Mas bisa minta tolong gak……..saya titip mobil ini besuk bisa dipanggilkan bengkel……” Mas Hasan menjawab “Itu yang ingin saya katakana bu……ibu saya antar biar mobil nanti malam saya cobanya lagi semoga bisa…..” ya Allah terima kasih atas bantuan yang engkau kirimkan semoga jadi amalnya.

Tabaarakalladzi……..pesan masuk dari mas Hasan “Bu Alhamdulillah mobil nyala dan sudah di  rumah saya….” Alhamdulillah ya Allah, terima kasih mas maaf merepotkan….” Jawabku. Di waktu pagi ada pesan kembali “Bu mobil tidak bisa lagi…….gimana nich….!” Saya bertanya “Mas jauh dari bengkel tidak……tolonglah panggilkan dokter mobil…..” dari kejauhan mas hasan menjawab “Siap…..bengkel mobil tidak jauh”. Jam 10.00 saya pergi ke bengkel mobil dekat rumah mas Hasan menanyakan apakah mobil saya yang di tempat mas Hasan sudah diperbaiki, ternyata belum maka baliklah saya ke kantor KUA lagi menunggu selesainya mobil. Alhamdulillah setelah sholat dhuhur mobil sudah selesai dan lancar dipakainya. Ya Allah terima kasih

Kesadaran manusia tentang keterlibatan Allah dalam segala realita kehidupan seseorang tidak bisa dipungkiri jika mau mengambil segala aktifitas kehidupan menjadi pelajaran. Peristiwa dan pengalaman yang saya alami bersama kawan-kawan dalam perjalanan memenuhi undangan di permata Teluk Nibung dari mulai berangkat sampai pulang dengan selamat hanyalah anugerah dan nikmat Allahlah. Nada dering Tabaarakalladzi………sebagai penyemangat, penggerak, penyerahan dan pengingat diri tentang penguasa di atas para penguasa sebagai tempat menyandarkan segala aktifitas dan amanah kehidupan di dunia ini.

Tabaarakalladzi…….selalu berdenting dalam nada dering dan alrm ku untuk menghilangkan rasa malas, rasa enggan, rasa masa bodoh dan yang jelas hidup ini tiada arti tanpa perjuangan Allah berfirman dalam surat Al Mulk ayat 2 "Ayyukum Ahsanu ‘Amalaa” yang artinya siapa diantara kamu yang lebih baik amalnya. Nurul Qibtiyah