SAMBAS-Pembangunan infrastruktur di daerah dengan 3 T (Terdepan, Terluar dan Tertinggal) pada masa kepemimpinan Presiden Joko Widodo dan Wakilnya Jusuf Kalla mendapat perhatian yang lebih, salah satunya adalah pembangunan fasilitas pendidikan. Kabupaten Sambas merupakan salah satu daerah yang termasuk dalam kategori daerah 3 T, yang dua kecamatannya berbatasan langsung dengan negara tetangga Malaysia yakni Kecamatan Sajingan Besar dan Kecamatan Paloh.

Untuk menguatkan program 3 T tersebut Tim Pendidikan Islam (Pendis) bagian Perencanaan dan Sistem Informasi Kementerian Agama RI melaksanakan monitoring perencanaan wilayah 3 T ke MIS Nurul Yaqin Sijang pada Selasa, 3 Mei 2016, demikian yang diungkapkan Husban, S.Pd.I, M.Pd Kepala Seksi Pendidikan Madrasah (Kasi Penmad) Kantor Kemenag Kab. Sambas yang ditemui di ruang kerjanya (04/05).

Husban bersama Kepala Kantor Kemenag Kab. Sambas H. M. Asmar, S.Pd.I yang ikut dengan rombongan monitoring perencanaan wilayah 3 T dari Jakarta ke Sijang, lebih lanjut menerangkan bahwa untuk tahun 2016 ini MIS Nurul Yaqin Sijang mendapatkan bantuan dua ruang kelas.

Ini merupakan tahapan awal dari proses penegerian MIS Nurul Yaqin Sijang kedepannya, jelas mantan Kepala Sekolah MIN Sekuduk ini. Untuk bantuan dua ruang kelas tersebut telah ada dana pembangunannya di DIPA Kantor Kemenag Kab. Sambas begitu juga dengan site plannya telah siap.

Adapun Desa Temajuk Kec. Paloh tepatnya di Dusun Camar Bulan rencananya akan dibangun Madrasah Terpadu dari Raudhatul Athfal (RA), Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs) sampai dengan Madrasah Aliyah (MA) dalam satu komplek, yang lahannya seluas enam hektar telah tersedia. Insya Allah proposalnya akan kita presentasikan di Sulawesi Selatan nantinya, terang Husban.

Selain ke Sijang, Tim Monitoring dari pusat ini juga menyempatkan diri memantau MAN Insan Cendikia (MAN IC) Sambas di Saing Rambi Sambas yang ditahun 2016 ini akan mulai melaksanakan kegiatan belajar mengajar. (rdn).