Selasa, 03 September 2019, 16:14 gabrielsalim

Yayasan Sungai Kehidupan adalah sebuah lembaga Pendidikan yang dikelola oleh orang asing terletak di Selatan Kota Nanga Pinoh, tepatnya berada di sebuah bukit sebelum kota Manggala Kecamatan Pinoh Selatan. Awal mula lembaga ini hadir sebagai lembaga sosial keagamaan kemudian berkembang sesuai kebutuhan menjadi sebuah lembaga pendidikan yang menaungi Taman Kanak-kanak, SD, SMP dan SMA. Peserta didiknya selain anak asuh yang memang sudah menjadi penghuni di Yayasan ini tetapi juga menerima peserta didik dari beberapa kampung sekitarnya.

Pada hari Selasa, 03 September 2019 Tim gabungan operasi pengawasan orang asing (tim Pora) yang meliputi Imigrasi Sanggau, Polres, Camat, Dinas Tenaga kerja dan Dandim serta Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Melawi turun bersama menuju ke Yayasan SUngai Kehidupan.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Melawi H. Abdulbar, S.Ag,M.Pd yang menemani Tim itu tadi siang melaporkan bahwa, tim pora ini bermaksud untuk mengetahui secara langsung dan pasti tentang aktifitas orang asing di Yayasan tersebut. "Selain ingin mengetahui aktifitas orang asing, kami juga ingin memastikan apakah mereka telah memenuhi dokumen seperti yang dipersyaratkan oleh peraturan Pemerintah Indonesia," jelas Abdulbar kepada kontributor media ini.

Lebih lanjut Haji Abdulbar menjelaskan bahwa selain menemani Tim Pora, beliau juga mempunyai tujuan lain sebagai Kepala Kantor Kementerian Agama yaitu mau memastikan apakah pendidikan Agama diajarkan atau tidak di Sekolah yang dikelola oleh Yayasan ini.

Perjalanan ke Yayasan Sungai Kehidupan ini melalui dua jalur. Jalur pertama lewat jalan Provinsi, jalannya mulus beraspal tetapi kendaraan roda empat tidak bisa menembus sampai ke Yayasan karena terhalang bukit yang terjal. Jalur kedua, lewat Jalan  PT Erna berkerikil tajam dan berdebu tetapi kendaraan menembus sampai ke Yayasan. Tim Pora yang ditemani oleh Kepala Kantor itu mmemilih untuk melewati jalur Jalan PT Erna.