Tradisi adalah sebuah bentuk perbuatan yang dilakukan berulang-ulang dengan cara yang sama. Hal ini juga menunjukkan bahwa orang tersebut menyukai perbuatan itu. Kebiasaan yang diulang-ulang ini dilakukan secara terus menerus karena dinilai bermanfaat bagi sekelompok orang sehingga dapat melestarikannya dengan baik dan bisa diteruskan oleh generasi selanjutnya. Begitu halnya dengan santri Al-Adabiy yang makan menggunakan ceper sudah menjadi kebiasaan mereka yang di perintahkan langsung oleh Pimpinan Pondok.

Jum'at, 30 Juli 2021 tepatnya di Pondok Asuhan Al-Adabiy Pontianak memiliki tradisi yakni makan menggunakan ceper yang mana dalam satu ceper terdapat 3 sampai 4 orang. Dalam hal ini, santri makan siang dan malam secara bersama menggunakan ceper. Tradisi ini sudah ada dari awal  berdirinya  Pondok Asuhan Al-Adabiy dan Alhamdulillah sudah berjalan kurang lebih selama 13 tahun sampailah saat ini masih di laksanakan oleh santri dan pendamping. Dengan adanya makan secara bersama ini Ustadz Muhammad Azman menginginkan semua santrinya saling berbagi meskipun makanan yang dimiliki hanya sedikit karena dengan itu makanan yang kita makan akan lebih berkah alias bertambah berkahnya.


Ustadz Muhammad Azman selaku Pimpinan Pondok mengatakan,"Dengan makan menggunakan ceper mereka dapat merasakan kebersamaan yang begitu erat dan saling berbagi dengan temanya sendiri". Terkadang ada orang bertanya mengapa makan nya tidak menggunakan piring karena akan lebih mudah. Namun, itu semua punya alasan tersendiri di mana kita semua tahu bahwa pondok-pondok pesantren lainnya makan menggunakan piring dan Pondok Asuhan Al-Adabiy yang memiliki keunikan bahkan menjadi sebuah tradisi makan menggunakan ceper.Tujuan dari tradisi makan menggunakan ceper yang ada di Pondok Asuhan Al-Adabiy ini ialah menumbuhkan rasa kebersamaan antara teman yang satu dengan teman yang lainnya. Tidak hanya itu, adanya tradisi ini bahwasanya tidak  memilih- milih dalam berteman.  Tradisi makan satu ceper ini setiap harinya dirolling atau bertukaran tidak hanya makan dengan teman itu saja.

"Salah satu yang menjadi alasan Pondok Al- Adabiy ini makan menggunakan ceper yakni agar memudahkan saat menyiapkan makanan nya dan ketika makanan sedikit bisa di bagi-bagi dan teman yang lainnya bisa menikmati makanan tersebut, selanjutnya saat mencuci ceper bisa  menumbuhkan rasa tanggung jawab antara sesama mereka," ujar Ustadz Muhammad Azman. Meskipun tradisi ini sudah diperintahkan sejak awal berdiri oleh pimpinan pondok Asuhan Al-Adabiy Pontianak yakni Ustadz Muhammad Azman dan diikuti oleh santri dan pendamping masih ada santri yang makan sendiri secara sembunyi. Dalam hal ini,  Ustadz Muhammad Azman juga selalu mengingatkan pada santri-santri untuk selalu bersyukur dengan apa yang mereka makan saat ini dan selalu menjaga kebersamaan karena masih banyak orang di luar sana yang makan nya susah bahkan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya mereka membagi makanan itu untuk beberapa hari. (Azman Alka)