Singkawang. Walaupun dimasa pandemi Covid-19 dengan penerapan protokol kesehatan ketat seperti pengecekan suhu tubuh, menjaga jarak dan memakai masker, upacara bendera Peringatan Hari Amal Bhakti (HAB) Kementerian Agama ke-75 yang dilaksanakan di halaman Kantor Kementerian Agama Kota Singkawang pada Selasa (05/01) berjalan dengan lancar dan penuh khidmat. Bertindak selaku Inspektur Upacara Wakil WaliKota Singkawang, Drs. H. Irwan, M.Si.

Dalam sambutannya, Menteri Agama Republik Indonesia, H. Yaqut Cholil Qoumas yang dibacakan Wakil WaliKota Singkawang, mengungkapkan bahwa Peringatan Hari Amal Bakti Kementerian Agama merefleksikan rasa syukur kita kepada Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa, dan penghargaan terhadap jasa-jasa para perintis dan pendiri Kementerian Agama. Kita semua bisa berdiri di tempat ini, tidak lepas dari perjuangan dan pengorbanan generasi terdahulu. Kementerian Agama dibentuk pada 3 Januari 1946 dengan Menteri Agama pertama Haji Mohammad Rasjidi. Selayaknya kita berterima kasih dan mendoakan semoga  amal  bakti  para  perintis,  pendiri  dan pembangun Kementerian Agama mendapat ridla dari Tuhan Yang Maha Kuasa, dan kita semua diberi kekuatan dalam melanjutkan cita-cita mereka untuk kepentingan bangsa, negara dan agama.” ujarnya.

Peringatan HAB tahun ini mengusung temaIndonesia Rukun”. Tema ini sejalan dengan semangat nasional yang menempatkan kerukunan umat beragama sebagai salah satu modal bangsa ini untuk maju. Tanpa kerukunan, akan sukar menggapai cita-cita besar bangsa agar sejajar dengan bangsa lain di dunia. Pengembangan toleransi dan kerukunan antar umat beragama merupakan karya bersama para Tokoh Agama, para Menteri Agama dan aparatur Kementerian Agama dari masa ke masa. Tanpa toleransi, tidak ada kerukunan. Toleransi dan kerukunan antarumat beragama dilakukan dengan tanpa mengusik akidah dan keimanan masing-masing pemeluk agama. Pengalaman membuktikan toleransi dan kerukunan tidak tercipta hanya dari satu pihak, sedangkan  pihak yang lain berpegang pada hak-haknya sendiri. Dewasa ini, kita mengembangkan moderasi beragama, agar toleransi dan kerukunan yang sudah ada lebih mengakar di dalam kehidupan sehari-hari bangsa kita.” terangnya.

Dalam kesempatan ini, Beliau mengingatkan tentang semangat Kementerian Agama baru dan semangat baru dalam mengelola Kementerian Agama. Semangat Kementerian Agama baru itu dapat diterjemahkan dengan beberapa kata kunci. Pertama, manajemen pelayanan dan tata kelola birokrasi yang harus semakin baik, termasuk di dalamnya pelayanan penyelenggaraan haji dan umrah, pendidikan agama dan keagamaan, serta pusat pelayanan keagamaan. Kedua, penguatan moderasi beragama. Salah satu penekanan moderasi beragama adalah pada penguatan literasi keagamaan, budaya toleransi, dan nilai-nilai kebangsaan. Ketiga, persaudaraan, yang meliputi merawat persaudaraan umat seagama, memelihara persaudaraan sebangsa dan setanah air dan mengembangkan persaudaraan kemanusiaan.

Selanjutnya, setelah membacakan amanat Menteri Agama RI, Wakil Walikota Singkawang juga menyerahkan sertifikat tanah MTs Negeri Singkawang.(DH/skw)