SINGKAWANG. Wakil Walikota Singkawang Abdul Muthalib secara resmi membuka kegiatan Pekan Olahraga dan Seni Antar Pondok Pesantren Daerah (POSPEDA) VII pada Jumat (22/4) pagi di Pondok Pesantren Al-Fatah.

Menurut Abdul pelaksanaan POSPEDA hendaknya dapat dijadikan sebagai perekat silaturahmi antar pondok pesantren di Kota Singkawang, selain untuk memperoleh prestasi dalam kegiatan POSPEDA ini. POSPEDA ini sebagai ajang silaturahmi antar pondok pesantren di Kota Singkawang selain merupakan ajang untuk mengukur, mengevaluasi dan meningkatkan prestasi olahraga dan seni para santri ucapnya.

Wakil Walikota pun berharap para peserta yang berhasil dalam POSPEDA Kota Singkawang ini, dapat berlaga pada POSPEDA tingkat Propinsi, dan dapat berlaga lagi pada POSPENAS di Propinsi Banten pada bulan Oktober mendatang.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Singkawang Jawani dalam sambutannya mengatakan dengan kegiatan POSPEDA ini dapat menghilangkan anggapan bahwa pondok pesantren hanya identik dengan kitab kuning, sarung dan sebagainya, namun santri pondok pesantren juga dapat berprestasi dalam bidang olahraga dan seni.

Jawani meminta kepada para peserta untuk menjaga sportifitas dalam bertanding dan berlomba. Sesuai dengan tema POSPEDA saya meminta kepada peserta untuk menjaga sportifitas. Santri harus santun, sportifitas, indah, dan religius, pintanya.

Sementara itu Kepala Seksi Pendidikan Islam Kantor Kemenag Kota Singkawang Arnadi dalam laporannya mengatakan bahwa pelaksanaan POSPEDA Kota Singkawang dilaksanakan selama 2 hari dari tanggal 22 s/d 23 April 2016, dengan cabang lomba untuk kategori olahraga diantaranya cabang atletik lari 100 M, 200 M, 400 M, 800 M, dan lompat jauh serta tolak peluru.

Kemudian bulutangkis tunggal, tenis meja tunggal, dan pencak silat. Sementara itu untuk cabang seni, pidato Bahasa Arab, bahasa Inggris dan bahasa Indonesia. Adapun jumlah peserta sebanyak 286 orang. (Miftah)