Menindaklanjuti SK Dirjen Katolik nomor 284 Tahun 2020 serta hasil monitoring Pembimas Katolik Kementerian Agama Propinsi Kalimantan Barat maka perlu dilakukan sosialisasi. Kasi Bimas Katolik Kementerian Agama Kabupaten Sekadau Yohanes Kusnadi, S.S menyampaikan pihaknya sengaja mengumpulkan guru agama katolik secara faktual bukan secara virtual.

Acara berlangsung di aula kantor Kemenag Sekadau dihadiri guru agama katolik. Dalam SK Dirjen dijelaskan bahwa semua pegawai Kemenag yang menerima tunjangan kinerja apabila ditemukan selisih harus mengembalikan. Berikutnya karena ketersedian anggaran maka yang diperioritaskan adalah yang menerima sertifikasi.

Yohanes Kusnadi berharap setelah disosialisasikannya peraturan Dirjen Bimas Katolik diharapkan ada kesamaan pemahaman diantara para guru yang menerima sertifikasi dan penerima selisih tunjangan kinerja. Dengan begitu guru akan mengetahui siapa yang dapat, siapa yang tidak dan bisa memenuhi sebagai persyaratan mendapatkan sertifikasi dan tunjangan kinerja.

"Jadi ini kita laksanakan sosialisasi SK Dirjen nomor 284 untuk guru agama katolik yang sudah sertifikasi untuk pengangkatan dari kementerian agama. Hal itu agar ada satu persepsi melengkapi syarat sertifikasi, harapannya apa yang sudah menjadi program pemerintah dapat berjalan dengan baik,"kata Yohanes. (Andre)